www.sentralternak.com,
Berbicara masalah kandang untuk ayam kampung mungkin masalah yang masih
asing bagi kita, maklum system pemeliharaan ayam kampung selama ini
masih bersifat umbaran (ekstensif). Yaitu ayam kampung dibiarkan tidur
di mana saja yang penting masih terlihat pulang ke rumah. Padahal kalau
kita sedikit meluangkan waktu untuk memperhatikan masalah kandang ayam
kampung maka tidak mustahil banyak sisi manfaat yang akan kita dapatkan.
Karena mau diakui atau tidak kandang memegang peranan penting sebagai
penyebab timbulnya penyakit dan penyebaran penyakit.Pada
peternakan-peternakan dengan model semi intensif atau intensif, kandang
ayam kampung sudah mendapat perhatian khusus. Mereka sudah pelajari dan
sadar akan pentingnya fungsi kandang untuk ternak mereka seperti halnya
arti pentingnya rumah untuk tempat tinggal kita. Apakah kita akan bisa
merasa nyaman, enjoy, dan menghasilkan karya terbaik kita di rumah yang
kumuh, berdebu, berbau, tidak aman atau bahkan di rumah yang tanpa atap?
Ternak kita pun sama, mereka akan demikian dan sebaliknya mereka akan
mampu menampilkan produksi terbaiknya kalau kandang yang mereka tempati
bersih, nyaman, bersih, udaranya segar, aman dan terlindung dari semua
hal yang bisa membahayakan bagi ternak itu sendiri.
Di antara syarat kandang yang baik untuk pemeliharaan ayam kampung antara lain :
- Terpisah dengan daerah permukiman penduduk minimal 10 meter
- Lantai kandang diusahakan lebih tinggi dari tanah sekelilingnya agar kandang selalu kering dan bersih
- Kandang tidak lembab dan bocor, sehingga perlu mengganti atau menambah litter secara periodik
- Sinar matahari diusahakan bisa masuk, untuk itu diupayakan kandang dibangun membujur dari arah Barat-Timur
- Bahan kandang yang digunakan cukup melimpah ketersediannya dan harganya pun murah
- Sirkulasi udara cukup baik, lancar dan segar sehingga mampu mengusir bau tidak sedap amoniak atau lainnya
- Kandang dibangun mengacu kepada standar kepadatan kandang yang ideal
- Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara periodik
Kandang untuk pemelihraan ayam kampung dapat dibagi menjadi beberapa
kelompok, ada kandang untuk umur 1-20 hari, 21-40 hari, 41-60 hari,
61-90 hari dan kandang untuk isolasi. Berikut kami uraikan sedikit
tentang kandang ayam kampung sesuai tingkat umur pemeliharaan :
Kandang untuk umur 1-20 hari

Kita
mungkin lebih sering menyebutnya dengan istilah kandang bok, karena
bentuknya kotak, semua sisi tertutup rapat kecuali bagian atas. Bagian
atas dibiarkan terbuka atau bisa juga ditutup dengan bilah-bilah bambu
dengan jarak 2 cm. Sedangkan bagian bawah terbuat dari kerangka dari
bilah bambu lalu dialasi dengan kardus atau kertas semen. Ukuran bok
yang dibuat sangat fleksibel yang penting mengacu pada efisiensi bahan
dan kepadatan kandang. Bok kalau memungkinkan bisa dilengkapi dengan
kaki setinggi 20-25 cm. Kepadatan kandang yang dianjurkan untuk kisaran
umur ini adalah 1m
2 untuk 40-45 ekor dan bisa dikurangi 5
ekornya tiap minggunya. Pemeliharaan DOC di kandang bok mutlak
memerlukan lampu penghangat atau yang biasa disebut pemanas
(brooder).
Suhu dalam kandang bok diusahakan antara 30-32ÂșC atau dengan melihat
penyebaran anak ayam dalam kandang bok. Kalau anak ayam menyebar merata
berarti suhu sudah pas (ideal), kalau menggerombol di bawah lampu
pemanas berarti kedinginan dan kalau menjauhi sumber panas berarti suhu
kepanasan. Dan alangkah baiknya kalau kita merancang model kandang bok
yang mudah diangkat dan dipindahkan ke tempat lain
(portable).
Kandang untuk umur 21-60 hari

Para
peternak di Jawa Timur (Malang, Mojokerto, Kediri, Jombang, Blitar,
Tulungagung, Surabaya) biasanya menerapkan pemeliharaan untuk ayam
kampung untuk tujuan pedaging hanya sampai umur 60 hari sehingga kandang
ini adalah kandang terakhir untuk pemeliharaannya sebelum ayam di
panen. Ada dua model kandang yang digunakan oleh peternak pada fase ini
yaitu peternak yang masih menggunakan bok seperti pemeliharaan
sebelumnya dan peternak yang memilih menggunakan kandang bentuk postal
(litter). Kandang postal adalah kandang dengan alas tanah yang dicampuri
sekam padi, kapur dan pasir. Kedua model tersebut mempunyai kelebihan
dan kekurangan masing-masing, yang penting pada masa pemeliharaan ini
adalah masalah kepadatan kandang
(carrying capacity) yaitu 1m
2 untuk 30-35 ekor dan berkurang 5 ekor setiap minggunya sehingga pada umur 60 hari per m
2 hanya cukup 7-10 ekor saja.
Kandang untuk umur 61-90 hari

Untuk
pemasaran ayam kampung pedaging di daerah-daerah tertentu seperti
Batam, Balikpapan dan Jakarta, berat yang diinginkan biasanya sekitar 9
ons - 1,2 kg. Sehingga tidak ada pilihan bagi peternak yaitu dengan
menambah jumlah hari pemeliharaan sekitar satu bulan lagi. Model kandang
yang banyak dipakai untuk pemeliharaan fase ini adalah postal dan slot
(kandang panggung). Kedua model tersebut mempunyai kelebihan dan
kekurangan masing-masing, yang penting pada masa pemeliharaan ini adalah
masalah kepadatan kandang
(carrying capacity) yaitu 1m
2 untuk 7-10 ekor dan berkurang 0,5-1 ekor setiap minggunya sehingga pada umur 90 hari per m
2
hanya cukup 5-7 ekor saja. Kalau kita akan menggunakan kandang yang
model slot, alangkah baiknya kalau di bawah kandang di bangun kolam ikan
untuk lebih efisiensi tempat.
Kandang Isolasi
Kandang ini berfungsi sebagai kandang karantina (isolasi) terhadap
ayam-ayam yang menunjukkan gejala sakit, luka karena saling patuk, atau
mungkin ayam yang sudah terserang penyaikt tertentu. Penempatan ayam
pada kandang isolasi ini harus memperhatikan faktor penyebab ayam.
Jangan menempatkan ayam yang luka karena saling patuk dengan ayam yang
terkena penyakit kolera atau lainnya. Dengan adanya kandang isolasi ini
diharapkan keadaan ayam akan pulih dan semakin membaik kondisinya
seperti sedia kala. Yang penting dalam pembuatan kandang ini adalah
penempatan kandang. Kandang isolasi sebaiknya ditempatkan terpisah dan
jauh dari kandang ayam sehat.
Anda dapat mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya :
www.sentralternak.com